ANJURAN
HIDUP SEDERHANA DAN DERMAWAN
Oleh : Andy pramana herfie
n
a. Pahala
bagi para dermawan.
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh)
orang-orang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir
benih yang menumbuhkan tujuh butir,pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah
melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki dan Allah maha luas
(kurniaNya) lagi maha mengetahui.[surat
Al-baqoroh ayat 261].
الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى ۙلَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan
Allah,kemudian mereka tidak mengiringi apa yang di nafkahkan itu dengan
menyebut-nyebut pemberianya dengan menyakiti (perasaan si penerima),mereka
memperoleh pahala d isisih tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka
dan tidak (pula) mereka bersedih hati.[surat
Al-baqoroh ayat 262].
قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ
Perkataan yang baik dan pemberian ma’af lebih
baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si
penerima), Allah maha kaya lagi maha penyantun. [surat Al-baqoroh ayat 263].
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Hai orang –orang yang beriman, janganlah kamu
menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan
menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima) , seperti orang yang
menafkahkan hartanya dengan riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada
Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang
bertanah di atasnya, kemudian batu itu di timpah hujan lebat, lalu menjadilah
ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang
mereka usahakan dan Allah tidak member pimpinan kepada orang-orang yang kafir.[surat Al-baqoroh ayat 264].
Dan perumpamaan orang-orang yang
membelanjakan hartanya karena mencari keridloan Allah dan untuk keteguhan jiwa
mereka seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disirami oleh hujan
lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat
tidak menyiramnya maka hujan gerimis (itupun -memadai). Dan Allah maha melihat
apa yang kamu perbuat.
Dalam ayat ini (261) Allah swt member
penjelasan tentang berlipat gandanya pahala orang yang menafkahkan hartanya di
jalan Allah.
Betapa keuntungan yang diperoleh orang
tersebuta digambarkan di dalam firman-nNya sebagai seorang yang menaburkan
benih dipersemaian yang subur. Tiap satu butir benih tumbuh dengan tujuh bulir
atau tangkai, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus butir (biji), sehingga
setiap bulir benih menghasilkan tujuh ratus butir.
Perumpamaan dalam ayat ini sangat mengana di
dalam jiwa, sebab dengan cara demikian akan selalu berkembang dan ditumbuhkan
oleh Allah sehingga member keuntungan yang berlipat ganda bagi yang
melakukannya. Coba bandingkan jika langsung dikatakan bahwa tiap satu butir
benih akan menghasilkan tujuh ratus butir. Tentu penggambaran di atas akan
lebih member kesan yang mendalam di dalam jiwa.
Semua
bentuk infak atau pembelanjaan harta benda di jalan Allah baik itu untuk
kepentingan penyiaran agama Islam, untuk pembangunan Negara, nusa dan bangsa
maupun untuk kesejahteraan umat seperti pemberantasan kemiskinan, kebodohan,
penyakit dan lain sebagainya, sangat dianjurkan oleh agama dan akan mendapatkan
balasan ganjaran yang berlipat-ganda dari Allah swt.
Agar kita dapat berinfak atau membelanjakan harta benda dijalan Allah
untuk keperluan tersebut diatas, kita harus memiliki harta benda dimaksud: dan
untuk itu sudah barang tentu kita harus berusaha dan bekerja keras guna
mendapatkanya dengan cara yang halal serta diridloi oleh Allah swt, seperti
berdagang, bercocok tanam, berternak dan lain sebagainya sesuai bakat dan keahlian
masing-masing.
Dalam berinfak kita tidak boleh melupakan
keperluan pribadi dan keluarga kita sendiri. Oleh karena itu cukup sebagian
saja yang kita infakkan, kemudian sisanya kita gunakan sebagian untuk mencukupi
kebutuhan hidup kita ini di hari ini dan sebagian yang lain kita tabung atau
simpan agar menjadi modal untuk
berproduksi atau memperluas usaha kita. Dengan tabungan atau simpanan itu usaha
perdagangan, pertanian, peternakan atau usaha kita yang lain dapat kita
tingkatkan hasilnya. Insya –Allah dengan demikian hidup kita di hari esok akan
bertambah bahagia.baca seterusnya










