Created (c) by Princexells Seyka (Princelling Saki)
Sumber:artikel: http://www.fullblogdesign.com/2012/05/cara-membuat-tooltip-otomatis-untuk.html#ixzz2VuXGYvKX

Banner

Jumat, 11 Januari 2013

ANJURAN HIDUP SEDERHANA DAN DERMAWAN



ANJURAN HIDUP SEDERHANA DAN DERMAWAN

Oleh : Andy pramana herfie
n
a.  Pahala bagi para dermawan.

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir,pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki dan Allah maha luas (kurniaNya) lagi maha mengetahui.[surat Al-baqoroh ayat 261].

الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى ۙلَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah,kemudian mereka tidak mengiringi apa yang di nafkahkan itu dengan menyebut-nyebut pemberianya dengan menyakiti (perasaan si penerima),mereka memperoleh pahala d isisih tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.[surat Al-baqoroh ayat 262].


               قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ
Perkataan yang baik dan pemberian ma’af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima), Allah maha kaya lagi maha penyantun. [surat Al-baqoroh ayat 263].

     يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ    النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ     فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Hai orang –orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan  (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima) , seperti orang yang menafkahkan hartanya dengan riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang bertanah di atasnya, kemudian batu itu di timpah hujan lebat, lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan dan Allah tidak member pimpinan kepada orang-orang yang kafir.[surat Al-baqoroh ayat 264].




Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridloan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disirami oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiramnya maka hujan gerimis (itupun -memadai). Dan Allah maha melihat apa yang kamu perbuat.
      Dalam ayat ini (261) Allah swt member penjelasan tentang berlipat gandanya pahala orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah.
Betapa keuntungan yang diperoleh orang tersebuta digambarkan di dalam firman-nNya sebagai seorang yang menaburkan benih dipersemaian yang subur. Tiap satu butir benih tumbuh dengan tujuh bulir atau tangkai, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus butir (biji), sehingga setiap bulir benih menghasilkan tujuh ratus butir.
       Perumpamaan dalam ayat ini sangat mengana di dalam jiwa, sebab dengan cara demikian akan selalu berkembang dan ditumbuhkan oleh Allah sehingga member keuntungan yang berlipat ganda bagi yang melakukannya. Coba bandingkan jika langsung dikatakan bahwa tiap satu butir benih akan menghasilkan tujuh ratus butir. Tentu penggambaran di atas akan lebih member kesan yang mendalam di dalam jiwa.
       Semua bentuk infak atau pembelanjaan harta benda di jalan Allah baik itu untuk kepentingan penyiaran agama Islam, untuk pembangunan Negara, nusa dan bangsa maupun untuk kesejahteraan umat seperti pemberantasan kemiskinan, kebodohan, penyakit dan lain sebagainya, sangat dianjurkan oleh agama dan akan mendapatkan balasan ganjaran yang berlipat-ganda dari Allah swt.
       Agar kita dapat berinfak atau membelanjakan harta benda dijalan Allah untuk keperluan tersebut diatas, kita harus memiliki harta benda dimaksud: dan untuk itu sudah barang tentu kita harus berusaha dan bekerja keras guna mendapatkanya dengan cara yang halal serta diridloi oleh Allah swt, seperti berdagang, bercocok tanam, berternak dan lain sebagainya sesuai bakat dan keahlian masing-masing.
      Dalam berinfak kita tidak boleh melupakan keperluan pribadi dan keluarga kita sendiri. Oleh karena itu cukup sebagian saja yang kita infakkan, kemudian sisanya kita gunakan sebagian untuk mencukupi kebutuhan hidup kita ini di hari ini dan sebagian yang lain kita tabung atau simpan  agar menjadi modal untuk berproduksi atau memperluas usaha kita. Dengan tabungan atau simpanan itu usaha perdagangan, pertanian, peternakan atau usaha kita yang lain dapat kita tingkatkan hasilnya. Insya –Allah dengan demikian hidup kita di hari esok akan bertambah bahagia.


                                                                                                                          baca seterusnya

0 komentar:

Posting Komentar