Kita harus mendidik anak kita untuk beradab dan penuh sopan-santun, mengatakan
"Tolong", "Terima kasih" dan "Tumpang lalu" tidak hanya kepada orang yang tidak kita kenal
dan kontak, tetapi juga kepada keluarga dan teman-teman. Sopan-santun adalah umpama
oli mesin yang mengurangi gesekan dalam hubungan antara manusia.
Insan yang terhormat adalah orang yang beradab. Ia mengontrol ucapan amarah,
penghinaan dan rasa kecewa karena menimbang perasaan orang lain dan menghargai damai dan
harmoni dalam masyarakat.
Tentu saja, adakalanya orang harus membantah dan berbicara secara langsung, tetapi
bantahan tersebut dapat dilakukan dengan nada dan perilaku yang benar, tanpa harus menghina,
menjerit, menyerang secara pribadi ataupun mengancam.
Cara menunjukkan sikap hormat berbeda, tergantung pada budayanya, tetapi
kewajiban untuk bersikap hormat terhadap kepercayaan dan tradisi orang lain adalah sama. jadi,
baik melalui jabat tangan, membungkukkan badan, maupun pelukan, kita harus memberi salam
dengan cara yang menunjukkan sikap hormat kita, saat bertemu dan berpisah.
Jika kita tahu seseorang mungkin akan tersinggung dengan bahasa yang kasar atau jenis
gurauan tertentu, kita harus berhati-hati agar tidak mengatakan sesuatu yang bisa menyinggung
tertentu, kita harus membantu mereka semampu kita. Dengan kata lain, dalam hidup ini kita
harus memperlakukan orang lain sebagai tamu kita dan kita harus bersikap sebagai tuan rumah
yang baik.
Kita harus mendidik anak kita untuk memperlakukan orang yang lebih tua dengan lebih
hormat dari mereka cara mereka memperlakukan teman mereka. Mungkin bukan sudah
zamannya kita memanggil "Tuan" atau "Nyonya", namun kita masih dapat berharap anak remaja
untuk menggunakan panggilan hormat, misalnya pakcik atau makcik dan memberikan tempat
duduk pada orang yang lebih tua, wanita hamil atau orang cacat.
Kita juga harus mendidik remaja bahwa tingkah laku beradab dan sikap baik dapat
meningkatkan peluangnya untuk mencapai keinginannya. Orang umumnya akan bersifat positif
terhadap tingkah laku yang penuh hormat dan negatif terhadap sikap kasar.
Dalam memupuk sikap hormat kepada remaja, orang tua harus ingat bahwa sikap hormat
harus berlaku timbal-balik; jika tidak, komunikasi tidak akan berjalan lancar. remaja sering
mengeluh bahwa dia tidak mendapatkan perlakuan atau layanan hormat dari orang tua atau
orang dewasa lain, dia benci diperlakukan seperti anak kecil dan tidak diperlakukan sebagai
remaja sesuai dengan usianya. Dia ingin didengarkan dan ingin pendapatnya dianggap serius.
Perlakuan yang diterima remaja sering dijadikan alasan untuk menilai tindakannya sendiri yang
tidak hormat.
Orangtua harus secara sadar memperlakukan anak-anaknya dengan hormat. sebagian
orang dewasa memperlakukan anak-anak tanpa sikap hormat, hanya karena mereka dapat
melakukan hal itu tanpa takut dihukum. Kita harus sadar bahwa akibat dari sifat negatif
yang kita tunjukkan, bakal diwarisi oleh generasi kita yang berikutnya.
Orangtua harus menghormati anak remajanya yang sedang tumbuh dan bakal menjadi
dewasa, menghormati minat mereka dalam musik hingga ideologi politik yang mereka
pegang.
Wallahu a'lam








0 komentar:
Posting Komentar